Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

157. St. Gregorius VII (1073-1085)

Gregorius lahir di Soana, Toskania, Italia Tengah pada tahun 1020 dari sebuah keluarga sederhana, dengan nama kecilnya Hildebrand. Setelah menjadi rahib di sebuah biara Ordo Benediktin di luar negeri, ia dikirim belajar di biara St. Maria di Roma. Karena kemampuannya dan prestinya sungguh luar biasa, ia dipindahkan ke Schola Cantorum, sebuah sekolah ternama di Roma. Di sini, ia dibimbing oleh Yohanes Cratian, seorang imam yang menjadi paus pada tahun 1054, dengan nama Gregorius VI. Oleh Gregorius VI, Hildebrand diangkat menjadi sekretaris pribadinya. Tetapi kemudian dalam Sinode Sutri pada tahun 1046 yang diprakarsai oleh Kaisar Jerman Henri III, Paus Gregorius VI (1045-1046) dipaksa meletakkan jabatannya sebagai paus karena dituduh melakukan praktek simony (membeli jabatan paus karena uang). Setelah pemecatannya, Gregorius meninggalkan Roma dan mengungsi ke pegunungan Alpen ditemani oleh Hildebrand. Dari tempat pengungsian itu Hildebrand pergi ke Jerman. Di sana ia menjalin hubungan erat dengan Uskup Bruno dari Toul. Bersama Uskup Bruno, ia ikut membarui kehidupan Gereja. Tatkala Uskup Bruno terpilih menjadi paus (Paus Leo IX, 1049-1054), Hildebrand menemaninya ke Roma. Di sana Hildebrand ditahbiskan menjadi Diakon Agung, suatu jabtan penting yang bertugas mengurus hubungan Takhta Suci dengan Negara-negara lain. Selain itu, kepadanya dipercayakan jabtan sebagai pengawas keungan Kepausan.

Situasi Gerja pada masa itu sangat memprihatinkan. Berbagai kebiasaan buruk merajalela di kalangan raja-raja dan kaisar. Mereka tanpa segan-segan turut campur tangan dalam urusan yang sebenarnya menjadi urusan internal Gereja. Sering terjadi praktik pelantikan imam dan uskup dilakukan oleh kaisar atau raja, hanya karena dipandang dapat memberikan keuntungan kepada kerajaan atau kekaisaran. Jabatn imam atau uskup bahkan paus dapat dibeli dengan uang. Soal kelayakan pribadi tidak diperhitungkan sama sekali. Kecuali itu, imam-imampun tidak menghayati imamatnya dengan baik. Karya pembaruan Gereja digalakkan untuk melenyapkan berbagai praktik itu.

Hildebrand menduduki Takhta Suci St. Petrus atas kemauan umat dengan nama Paus Gregorius VII pada 22 April 1073. Program pembaruan dalam tubuh gereja yang telah dijalankannya selama 25 tahun terus dilanjutkan. Ia menegaskan kepada para uskup agar tidak lagi membiarkan Gereja Kristus dipermainkan oleh kaum awam terutama kaisar. Ia juga menerbitkan sebuah dkrit dengan tegas melarang kaum awam, termasuk raja dan kaisar untuk terlibat dalam hal pengangkatan pejabat-pejabat Gereja. Ia mengekskomunikasikan semua imam yang menduduki jabatan suci dengan cara yang tidak benar dan sah menurut aturan Gereja.

Pada Misa Malam Natal 1075, Greogorius ditangkap dan dipenjarakan. Tetapi segera ia dibebaskan oleh umat Roma yang mencintainya. Pada masa ini ada paus tandingan yaitu Klemens III pada 1084. Gregorius menghembuskan nafasnya yang terkahir di pengasingan Salerno, Italia pada 25 Mei 1085. Gregorius VII seorang paus yang besar dan terkenal. Perjuangannya untuk menegakkan martabat Gereja dilanjutkan oleh paus-paus yang menggantikannya.